Teknologi Game

Teknologi Game

A. Perkembangan Teknologi Game

Game, dari katanya saja sudah tidak asing lagi untuk semua kalangan manusia dari tingkat anak-anak sampai yang sudah dewasa pasti suka bermain game. Game dalam bahasa Indonesia berarti permainan yang merupakan suatu hal yang dimainkan dalam sebuah perangkat seperti komputer. Berikut merupakan sejarah perkembangan dari teknologi game.

1. Generasi Pertama

Pada tahun 1952 A.S. Douglas menulis desertasi untuk gelar PhD-nya di University of Cambridge tentang lnteraksi Manusia dengan Komputer. Douglas juga membuat permainan grafis komputer yang pertama, yaitu sebuah versi dari Tic-Tac-Toe. Game ini diprogram pada EDSAC kom­puter menggunakan vacum tube yaitu komputer generasi pertama, yang masih menggunakan sinar katoda. Selanjutnya pada tahun 1958 William Higinbotham membuat video game pertama. Game tersebut diberi nama “Tennis for Two”, dibuat dan dimainkan di Brookhaven National Laboratory Oscilloscope. Di tahun 1962 Steve Russell menemukan game berjudul Space War”. Game ini adalah yang pertama dimainkan di komputer. Waktu itu menggunakan sebuah MIT PDPI untuk merancang game-nya. Kemudian tahun 1967 Ralph Baer menulis gagasan tentang video game yang dapat dimainkan di televisi, sebuah game yang diberi nama “Chase”. Ralph Baer kemudian bergabung dengan Sanders Associates, sebuah firma elektronik militer. Ralph Baer menyusun idenya itu pada tahun 1951 saat bekerja di Loral, sebuah perusahaan televisi. Selain itu, Nolan Bushnell bersama Ted Dabney, mencipta­kan game arcade (atau yang akrab disebut game ding­ dong). Permainan itu diberi nama Computer Space. Kelak game ini menjadi dasar penemuan game “Spacewar!” yang dibuat oleh Steve Russel. Setahun kemudian pada tahun 1972 Nolan Bushnell menciptakan game arcade lain yang bernama Pong. Tak mau kalah, Nolan Bushnell dan Ted Dabney memulai bisnis video game bertitel “Atari”. Yang pada akhirnya pada tahun 1975 Atari merilis “Pong” sebagai video game rumah.

  EDSAC Tic-Tac-Toe

2. Generasi kedua

Tahun 1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.

Di tahun 1977, Atari mengeluarkan “home video game system” (Atari Video Computer System/VCS), yang kemudian dikenal sebagai Atari 2600. Harga: $249. Coleco mengeluarkan game console yang dapat diprogram mereka, Telstar Arcade. Nintendo mengeluarkan video game rumahan pertama mereka, “TV Game 6″. RCA mengeluarkan sistem video game rumahan RCA Studio II. Video game tersebut mempunyai warna hitam dan putih.

Kemudian tahun 1980, Mattel melepas video game rumahan Intellivision setelah uji sistem pemasaran di California pada tahun sebelumnya. David Crane, Alan Miller, Bob Whitehead, dan Larry Kaplan mendirikan Activision, perusahaan pertama yang mengkhususkan diri dalam membuat game. Atari mengeluarkan game arcade “Battlezone”, game dengan perspektif 3D pertama. Namco mengeluarkan “Pac-Man”. APF mengeluarkan Imagination Machine, add-on komputer untuk video game rumahan APF MP-1000. Nintendo yang pertama mengeluarkan seri video game-handheld dengan nama Game & Watch.

Selanjutnya pada tahun 1982, GCE mengeluarkan video game rumah portable pertama yang berbasis vector, Vectrex. Harga: $200. Entex merilis video game rumah portable, AdventureVision. Coleco merilis video game rumah, ColecoVision. Harga: $175. Atari merilis video game rumah, Atari 5200 Super System. Arcadia SuperCharger dirilis untuk Atari 2600, penambahan kekuatan grafis dan program kepada console. Arcadia kemudian mengubah namanya menjadi Starpath. Mattel mengeluarkan IntelliVoice, modul ekspansi untuk Intellivision. North American Phillips mengeluarkan “The Voice” modul tambahan untuk Odyssey2, modul ini membuat “system clear” dan “independent voice syntesis”. Commodore mengeluarkan komputer untuk rumah, Commodore 64. Emerson merilis video game rumahan, Arcadia 2001. Amazin’ Software (yang kemudian berubah nama menjadi Electronic Arts) didirikan oleh Trip Hawkins. Interplay Productions didirikan oleh Brian Fargo. Sejak 1985 mereka hanya menggunakan nama Interplay.

3. Generasi Ketiga

Perkembangan Game pun berlanjut, pada tahun 1983 Nintendo mengeluarkan video game rumahan, Famicom di Jepang. Origin Systems yang terkenal dengan RPG-nya (role-playing games) “Ultima”, berdiri. Sega Enterprises berdiri. Gagal dan kemudian dijual kepada Bally, yang kemudian hanya bertahan selama satu tahun Virgin Interactive berdiri.

Nintendo

Selanjutnya di tahun 1984, pasar video game mengalami kelesuan, akibatnya lusinan perusahaan dibidang games baik software maupun hardware tutup atau menghentikan produksinya. Diantaranya adalah Apollo, US Games, Telesys, Data Age, Spectravision, dan 20th Century Fox. Apple merilis komputer rumah Macintosh. Kecepatan mesin kecil yang memiliki monitor hitam-putih ini adalah 7.83mhz.Harga: $2000. Atari merilis Atari ST, komputer rumah. IBM merilis IBM PC AT, sebuah komputer rumah. Atari merilis game arcade “I, Robot”, game pertama yang menerapkan “3D polygon” grafis. Accolade dibentuk oleh ex-Atari dan Bob Whitehead serta Alan Miller dari Activision.Ocean terbentuk.Psygnosis terbentuk.

Pada tahun 1985, Nintendo merilis video game rumahan, Nintendo Entertainment System (NES) untuk menguji pasar di New York, NES menjadi Famicom. Harga: $199. Microsoft merilis versi pertama Windows. Alex Pajitnov mendesain PC game “Tetris”. CD-ROM pertama dikeluarkan untuk PC (Personal Computer). Harga: $1295 .Datasoft didirikan. Titus didirikan. Westwood Studios didirikan.

Kemudian pada tahun 1986, Sega merilis Sega Master System. Harga: $199. Atari merilis Atari 7800. Merupakan sistem pertama dengan feature “backwards-compatibility”, kompatibel dengan Atari 2600 catridge. Cosmi terbentuk.Spectrum Holobyte terbentuk. Ubi Soft terbentuk.

4. Generasi Keempat

Generasi keempat diawali pada tahun 1989, Nintendo merilis game-handheld, Game Boy. Harga: $109. NEC merilis video game sistem Turbografx-16, PC Engine versi Amerika Utara. Harga: $189. Sega merilis video game system Sega Genesis. Harga: $249. Atari merilis game-handheld berwarna pertama Atari Lynx. Harga: $149. NEC merilis versi yang ditingkatkan dari console PC Engine mereka di Jepang, SuperGrafx. Hanya 5 judul game yang memanfaatkan video game ini dan tidak pernah dijual secara komersial di luar Jepang.

Game Boy

Tahun 1991, Commodore merilis video game rumahan berbasis CD, CDTV. Harga: $999. Fujitsu merilis FM Towns Marty, console 32-bit pertama di dunia. Nintendo merilis Super Nintendo. Harga: $199. Joe Santulli dan Kevin Oleniacz mendirikan Digital Press, publikasi independent kolektor video game berbagai sistem. Dua penerbit PC entertaintment utama, Cinemaware dan Epyx, tutup.

Tahun 1993, Atari merilis sistem 64-bit pertama (hal ini masih diperdebatkan) untuk video game rumahan, Atari Jaguar. Harga: $250. Commodore merilis Amiga CD32, 32-bit game console berdasarkan komputer Amiga 1200. Harga: $399. Trip Hawkins dari 3DO merilis video game rumahan berbasis CD, 3DO Multiplayer. Versi Panasonic berada pada urutan teratas, diikuti Goldstar beberapa bulan kemudian. Harga: $699.

5. Generasi Kelima

Tahun 1994 merupakan tahun awal bagi perkembangan teknologi Game generasi kelima. The Entertainment Software Ratings Board (ESRB) dibentuk oleh pemerintah Amerika Serikat, untuk merating video games. Sega mengeluarkan Sega 32X modul ekspansi untuk Sega Genesis, harga: $159. Sony mengeluarkan video game rumahan berbasis CD, Sony PlayStation di Jepang.

Ketika tahun 1996, Nintendo merilis 64-bit video game rumahan, Nintendo 64. Ini adalah console terakhir yang menggunakan catridge (kaset). Bandai merilis video game rumahan @World, lebih dikenal dengan Pippin. Harga: $499.

Selanjutnya pada tahun 1997, Tiger Electronics mengeluarkan video game handheld, game.com. Tahun 1998 Sega mengeluarkan video game rumahan Sega Dreamcast di Jepang. Nintendo merilis video game handheld berwarna Game Boy Color. Sistem tersebut kompatibel dengan catridge dari Game Boy awal. World of Atari, yang pada tahun berikutnya dikenal sebagai “Classic Gaming Expo”, pertama kalinya diadakan di Las Vegas. Hasbro Interactive membeli Atari seharga $5 million.

Tahun 1999, Sega merilis Sega Dreamcast di USA tanggal 9/9/1999. Harga: $199. SNK merilis video game handheld berwarna Neo-Geo Pocket.

Sega Dreamcast

6. Generasi Keenam

Tahun 2000, Sony mengeluarkan video game rumahan, PlayStation 2. Harga: $299. Dan pada tahun 2001, Microsoft merilis video game rumahan pertama mereka, Xbox. Harga: $299. Nintendo merilis video game rumahan GameCube. Harga: $199. Nintendo video game handheld Game Boy Advance.

 

Xbox

7. Generasi Ketujuh

Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi maka kemudian 3 perusahaan konsol terbesar(Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan kembali konsol next-generation mereka keluaran terbaru. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama PS3(Playstation 3), lalu Nintendo dengan Nintendo Wii kemudian Microsoft dengan Xbox 360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online atau permainan yang melibatkan banyak pemain yang terhubung dengan konsol mereka dan semakin ditinggalkannya permainan single player. Saat ini mulai dikembangan teknologi game degan menggunakan VR.  Teknologi belakangan ini mengalami perkembangan yang sangat cepat yang juga memberikan perubahan ke beberapa bidang. Yang sering ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah teknologi virtual reality.

Virtual reality terdiri dari dua kata yaitu virtual dan reality yang berarti maya dan realitas. Virtual reality adalah teknologi yang dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Dalam teknisnya, virtual reality digunakan untuk menggambarkan lingkungan tiga dimensi yang dihasilkan oleh komputer dan dapat berinteraksi dengan seseorang. Teknologi virtual reality ini biasanya digunakan pada bidang medis, arsitektur, penerbangan, hiburan, dan lain-lain. Contoh virtual reality banyak sekali, salah satunya seperti game FPS (First Peson Shooter) yang akan membuat pengguna merasa berada di dalam game tersebut. Selain itu, virtual reality digunakan pada foto dan video 360 derajat yang membuat pengguna merasa berada di tempat tersebut.

B. Jenis-jenis game

a. Berdasarkan jenis platform atau alat yang digunakan, yaitu :

– Arcade games, yaitu yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).

– PC Games , yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers.

– Console games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.

– Handheld games, yaitu yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP.

– Mobile games, yaitu yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau PDA.

b. Berdasarkan genre-nya, yaitu :

– Aksi – Shooting, (tembak-tembakan , atau hajar-hajaran bisa juga tusuk-tusukan, tergantung cerita dan tokoh di dalamnya), video game jenis ini sangat memerlukan kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga timing, inti dari game jenis ini adalah tembak, tembak dan tembak. Termasuk didalam-nya First person shooting (FPS) seperti Counter Strike dan Call of Duty; Drive n’ shoot, menggunakan unsur simulasi kendaraan tetapi tetap dengan tujuan utama menembak dan menghancurkan lawan, contoh : Spy Hunter, Rock and Roll Racing, Road Rash.; Shoot em’ up, seperti Raiden, 1942, dan gradius.; Beat ‘em up (tonjok hajar) seperti Double Dragon dan Final Fight, lalu hack and slash (tusuk tebas) seperti Shinobi dan Legend of Kage.; Light gun shooting, yang menggunakan alat yang umumnya berbentuk seperti senjata, seperti Virtua Cop dan Time Crisis.

– Fighting ( pertarungan ) Ada yang mengelompokan video game fighting di bagian Aksi, namun penulis berpendapat berbeda, jenis ini memang memerlukan kecepatan refleks dan koordinasi mata-tangan, tetapi inti dari game ini adalah penguasaan jurus (hafal caranya dan lancar mengeksekusinya), pengenalan karakter dan timing sangatlah penting, o iya, combo-pun menjadi esensial untuk mengalahkan lawan secepat mungkin. Dan berbeda seperti game Aksi pada umumnya yang umumnya hanya melawan Artificial Intellegence atau istilah umumnya melawan komputer saja, pemain jenis fighting game ini baru teruji kemampuan sesungguhnya dengan melawan pemain lainnya. Seri Street Fighter, Tekken, Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of Fighter adalah contohnya.

– Aksi – Petualangan. Memasuki gua bawah tanah, melompati bebatuan di antara lahar, bergelayutan dari pohon satu ke pohon lain, bergulat dengan ular sambil mencari kunci untuk membuka pintu kuil legendaris, atau sekedar mencari telepon umum untuk mendapatkan misi berikutnya, itulah beberapa dari banyak hal yang karakter pemain harus lakukan dan lalui dalam video game jenis ini. Menurut penulis, game jenis ini sudah berkembang jauh hingga menjadi genre campuran action beat-em up juga, dan sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung untuk memiliki visual 3D dan sudut pandang orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft Auto dan Prince of Persia termasuk didalamnya.

– Petualangan. Bedanya dengan jenis video game aksi-petualangan, refleks dan kelihaian pemain dalam bergerak, berlari, melompat hingga memecut atau menembak tidak diperlukan di sini. Video Game murni petualangan lebih menekankan pada jalan cerita dan kemampuan berpikir pemain dalam menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter hingga penggunaan benda-benda tepat pada tempat yang tepat. Termasuk didalamnya:

+ Petualangan dengan teks atau sistem tunjuk dan klik, contoh: Kings Quest, Space Quest, Heroes Quest, Monkey Island, Sam and Max,

+ Novel atau film interaktif, seperti game “dating” yang banyak beredar di jepang, Dragons Lair dan Night Trap.

– Simulasi, Konstruksi dan manajemen. Video Game jenis ini seringkali menggambarkan dunia di dalamnya sedekat mungkin dengan dunia nyata dan memperhatikan dengan detil berbagai faktor. Dari mencari jodoh dan pekerjaan, membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan memecat atau menambah karyawan. Dunia kehidupan rumah tangga sampai bisnis membangun konglomerasi, dari jualan limun pinggir jalan hingga membangun laboratorium cloning. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.

– Role Playing. Video game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, bermain peran, memiliki penekanan pada tokoh/peran perwakilan pemain di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh utamanya, dimana seiring kita memainkannya, karakter tersebut dapat berubah dan berkembang ke arah yang diinginkan pemain ( biasanya menjadi semakin hebat, semakin kuat, semakin berpengaruh, dll) dalam berbagai parameter yang biasanya ditentukan dengan naiknya level, baik dari status kepintaran, kecepatan dan kekuatan karakter, senjata yang semakin sakti, ataupun jumlah teman maupun mahluk peliharaan.Secara kebudayaan, pengembang game Jepang biasanya membuat Role Playing Game (RPG) ke arah cerita linear yang diarahkan seolah karakter kita adalah tokoh dalam cerita itu, seperti Final Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears. Sedangkan pengembang game RPG Eropa, cenderung membuat karakter kita bebas memilih jalan cerita sendiri secara non-linear, seperti Ultima, Never Winter Nights, baldurs gate, Elder Scroll, dan Fallout.

– Strategi. Kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu refleks secepat kilat, video game jenis strategi, layaknya bermain catur, justru lebih memerlukan keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara hati-hati dan terencana. Video game strategi biasanya memberikan pemain atas kendali tidak hanya satu orang tapi minimal sekelompok orang dengan berbagai jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan, bahkan hingga pembangunan berbagai bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur, tergantung dari tema ceritanya. Pemain game strategi melihat dari sudut pandang lebih meluas dan lebih kedepan dengan waktu permainan yang biasanya lebih lama dan santai dibandingkan game action. Unsur-unsur permainannya biasanya berkisar sekitar, prioritas pembangunan, peletakan pasukan, mencari dan memanfaatkan sumberdaya (uang, besi, kayu,minyak,dll), hingga ke pembelian dan peng-upgrade-an pasukan atau teknologi. Game jenis ini terbagi atas:

+ Real time Strategy, game berjalan dalam waktu sebenarnya dan serentak antara semua pihak dan pemain harus memutuskan setiap langkah yang diambil saat itu juga berbarengan mungkin saat itu pihak lawan juga sedang mengeksekusi strateginya. Contoh: Starcraft, Warcraft , dan Command and Conquer.

+ Turn based Strategy , game yang berjalan secara bergiliran, saat kita mengambil keputusan dan menggerakan pasukan, saat itu pihak lawan menunggu, begitu pula sebaliknya, layaknya catur.
contoh: Front Mission, Super robot wars, Final Fantasy tactics, Heroes of might and magic, Master of Orion.

Sebenarnya ada yang memilah lagi menjadi jenis tactical dan strategi, namun penulis cenderung untuk menggabungkannya karena perbedaannya hanya ada di masalah skala dan ke-kompleks-an dalam manajemen sumber daya-nya saja.

– Puzzle. Video game jenis ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan teka-teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke tempat yang seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam video game petualangan maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper, Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.

– Simulasi kendaraan. Video Game jenis ini memberikan pengalaman atau interaktifitas sedekat mungkin dengan kendaraan yang aslinya, muskipun terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik menggunakan kendaraan tersebut. Terbagi atas beberapa jenis:

+ Perang. Video game simulasi kendaraan yang sempat tenar di tahun 90-an ini mengajak pemain untuk menaiki kendaraan dan berperang melawan kendaraan lainnya. Dan kebanyakan diantaranya memiliki judul sama dengan nama kendaraannya. Contoh : Apache 64, Comanche, Abrams, YF-23, F-16 fighting eagle. Tetapi game kehidupan bajak laut seperti ‘Pirates!’ pun dapat dikategorikan disini.

+ Balapan. Dari namanya sudah jelas, siapa sampai duluan di garis finish dialah pemenangnya! Terkadang malah pemain dapat memilih kendaraan, mendandani, upgrade mesin bahkan mengecatnya. Contoh: Top Gear, Test Drive, Sega Rally Championship, Daytona, Grand Turismo, Need For Speed, Mario Cart, ManXTT.

+ Luar Angkasa. Walau masih dapat dikategorikan simulasi kendaraan perang, tetapi segala unsur fiksi ilmiah dan banyaknya judul yang beredar membuat subgenre ini pantas dikategorikan diluar simulasi kendaraan perang. Jenis ini memungkinkan pemain untuk menjelajah luar angkasa, berperang dengan mahluk alien, mendarat di planet antah berantah atau sekedar ingin merasakan bagaimana menjadi kapten di film fiksi ilmiah kesayangan kamu. Contoh: Wing Commander, Freelancer , Star Wars X-Wing, Star Wars Tie Fighter, dll.

+ Mecha. Pendapat bahwa hampir tidak ada orang yang terekspos oleh film robot jepang saat kecilnya tidak memimpikan ingin mengendalikan robot, memang sulit dibantah. Dipopulerkan oleh serial Mechwarrior oleh Activision, subgenre Simulasi Mecha ini memungkinkan pemainnya untuk mengendalikan robot dan menggunakannya untuk menghancurkan gedung, helikopter dan tentu saja robot lainnya. Contoh: Mechwarrior, Gundam Last war Chronicles, dan Armored Core.

– Olahraga. Singkat padat jelas, bermain sport di PC atau konsol anda. Biasanya permainannya diusahakan serealistik mungkin walau kadang ada yang menambah unsur fiksi seperti NBA JAM. Contohnya pun jelas, Seri Winning Eleven, seri NBA, seri FIFA, John Madden NFL, Lakers vs Celtics, Tony hawk pro skater, dll.

C. Realisme dalam Game

Realisme adalah berusaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampilan dalam kehidupan sehari-hari tanpa embel-embel tertentu. Pada permulaan komputer grafik, Hagen hanya memberikan fokus pada aspek geometri yang dimiliki sebuah gambar saja, namun sebenarnya memungkinkan untuk menjabarkan sebuah konsep tersebut menjadi lebih kompleks dimana realisme tersebut didefinisikan, antara lain:

1. Physical realism
dimana gambar tersebut memberikan stimulasi visual yang sama seperti kejadian atau bentuk aslinya

2. Photo-realism
dimana gambar tersebut memberikan respon visual yang sama dengan kejadian atau bentuk aslinya

3. Functional realism
dimana gambar tersebut memberikan informasi visual yang sama dengan kejadian atau bentuk aslinya.

D. Pencahayaan dalam Game

1) Ambient Lightning : Ambient lightning merupakan pewarnaan yang seragam yang memiliki kekuatan cahaya yang menyebar dengan merata, biasanya pencahayaan ini akan diikuti dengan gradasi setiap sudut objek atau yang dikenal dengan ambient occlusion. Pencahayaan ini sangat baik untuk memberikan pewarnaan secara merata dalam adegan yang mau diceritakan mendukung emosional dari penonton.

2) Directional Lightning : Sebuah sumber cahaya yang memilik sasaran menerangi semua benda yang sama dari arah tertentu, seperti cahaya daerah ukuran yang tak terbatas dan jarak yang tak terbatas dari tempat kejadian; memiliki bayangan satu arah. umumnya digunakan untuk memberikan kesan yang dramatical dalam adegan.

3) Point Lightning : Cahaya berasal dari satu titik, dan menyebar ke luar ke segala arah.

4) Spot Lightning : Cahaya berasal dari satu titik, dan menyebar ke luar. Bentuk cahaya yang keluar menyerupai kerucut.

5) Area Lightning : Cahaya berasal dari daerah kecil di satu bagian. kepada model yang secara menyeluruh

6) Volumemetric Lightning : Berasal cahaya dari volume kecil dari luar masuk kedalam bagian ruangan yang gelap.Biasa digunakan untuk adegan didalam ruangan dengan cahaya matahari dari luar

E. Implementasi komputer grafik dalam permainan Bomber Friends

Bomber Friends

Bomber Friends adalah permainan ‘Bomberman’ klasik yang dibuat ulang khusus untuk pertandingan dengan banyak pemain. Di sini, Anda bisa bermain melawan siapa saja melalui internet atau teman menggunakan Google Play. Bomber Friends merupakan jenis permainan Real time Strategy, dimana game berjalan dalam waktu sebenarnya dan serentak antara semua pihak dan pemain harus memutuskan setiap langkah yang diambil saat itu juga berbarengan mungkin saat itu pihak lawan juga sedang mengeksekusi strateginya. Permainan ini menggunakan teknik pencahayaan Ambient lightning karena menggunakan teknik pewarnaan yang seragam yang memiliki kekuatan cahaya yang menyebar dengan merata, biasanya pencahayaan ini akan diikuti dengan gradasi setiap sudut objek atau yang dikenal dengan ambient occlusion.

F. Bisnis dalam game komputer

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tidak sedikit lapangan pekerjaan yang diciptakan karena kebutuhan para pengguna game atau yang biasa disebut dengan Gamers. Pihak-pihak yang menjadikan Game sebagai lahan untuk berbisnis diantaranya :

1. Developer Game : Developer (Pengembang) adalah pihak yang menciptkan sebuah game dengan bahasa pemrograman tertentu yang nantinya akan dipublikasikan. Game yang dibuat tersebut tentunya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi ini. Developer game ini terbagi kedalam beberapa bidang seperti Team Leader, Game Designer, Producer, Programmer
Artist, Composer (Music Editor), Script And Text Editor, Cenimatic.

2. Perusahaan Game

Perusahaan Game adalah pihak yang akan mempromosikan dan memperdagangkan game dari developer tersebut, juga menyediakan customer service atau pelayanan bagi para gamer. Biasanya para developer game akan menjalin kerjasama dengan perusahaan game supaya game yang dibuat akan laku keras dan yang pastinya perusahaan game akan mendapatkan keuntungan yang besar jika game tersebut laku.

Di dalam perusahaan game juga ada yang memiliki developer game sendiri didalamnya, jadi pasti akan lebih menguntungkan karena game yang dibuat hanya akan dijual dan dipublikasikan dari perusahaan game tersebut. Banyak perusahaan game terkenal saat ini, seperti sebagai berikut Nintendo, dengan game nya Mario Bross, Pokemon; Activision Blizzard, dengan game nya Overwatch, Call of Duty; Electronic Arts, dengan game nya FIFA, Battlefield; Ubisoft, dengan game nya Assasin Creed, Watch Dogs; Bandai Namco, dengan game nya Naruto Series, Tekken

Developer Game : Ubisoft

3. Gamers

Para pemain game (Gamers) juga bisa menjadikan ladang bisnis dan mendapatkan penghasilan. Pilihan pertama adalah menjadi pemain game profesional, menjadi seorang gamer profesional perlu latihan yang berat, game yang kamu kuasai pun tidak bisa asal-asalan. Layaknya atlet olahraga biasa, atlet e-sport dapat mengikuti kompertisi nasional dan internasional yang keuntungannya bisa menjadikan ladang bisnis yang bagus.

Jika tidak ingin terlalu menekuni game, kamu bisa bermain game sambil berteriak, tertawa dan bersenang-senang didepan kamera atau yang biasa kita sebut sebagai youtuber gaming. Youtuber memang bisa menjadi ladang bisnis yang bagus di zaman sekarang, dengan memainkan game-game terbaru atau game yang akan menimbulkan tawa penonton, pastinya profesi ini sangat cocok untuk menjadi sumber penghasilan kedepannya.

G. Software pembuatan game 3D Engine dan Scene Graph

1. Ogre 3D

OGRE (Object-Oriented Graphics Rendering Engine) 3D adalah mesin yang object oriented & flexible 3D rendering pada game engine yang ditulis dalam bahasa C++ serta didesain untuk mampu melakukan developer dengan intuitif dan mudah kepada aplikasi produksi dengan menggunakan utility hardware-accelerated 3D graphic. Gambaran abstraknya OGRE menggunakan sistem library seperti Direct3D & OpenGL, serta menyediakan sebuah dasar interface di dunia objek dan class object yang lebih tinggi. OGRE hanyalah rendering engine. Seperti pada engine lainnya, hanya saja OGRE pada umumnya hanya sebagai graphic rendering. Dengan kata lain fitur OGRE hanya khusus menangani vector & matrix classes, memory handling, dan lain-lain. Ini bukanlah salah satu dari semua solusi dalam istilah game development / simulasi, OGRE tidak menyediakan audio / physics support.

Walaupun penjelasan diatas bisa dikatakan sebagai kelemahan dari ogre itu sendiri, akan tatapi itu semua sebanding dengan kemampuan grafis yang ada pada game engine tersebut. Kelebihan yang paling menonjol pada ogre adalah graphics engine yang bisa memberikan para developer sebuah kebebasan untuk menggunakan physics apapun, input, audio, & library lainnya. OGRE memberikan para tim development untuk fokus pada graphics daripada beberapa sistem-sistem yang ada dalam game development. OGRE dapat mensuport OIS, SDL, dan CEGUI libraries. Sekarang ini OGRE adalah publish dibawah dua lisensi, yaitu LGPL & OUL. Maka sekarang ini para publish tersebut membuka OGRE sebagai free / open-source software.

2. Processing

Merupakan sebuah bahasa pemrograman dan lingkungan pemrograman (development environment) open source untuk memprogram gambar, animasi dan interaksi. Digunakan oleh pelajar, seniman, desainer, peneliti, dan hobbyist untuk belajar, membuat prototipe, dan produksi. Processing digunakan untuk mengajarkan dasar-dasar pemrograman komputer dalam konteks rupa dan berfungsi sebagai buku sketsa perangkat lunak (software) dan tool produksi profesional. Processing adalah suatu projek terbuka yang diinisiasi oleh Ben Fray dan Casey Reas. Berkembang dari ide-ide yang dieksplorasi di Aesthetics and Computation Group (ACG) di MIT Media Lab. Projek ini kini terus diperbaiki dan dikelola oleh sejumlah kecil tim voluntir. Processing mengaitkan konsep software pada prinsip-prinsip bentuk rupa, gerak, dan interaksi. Processing mengintegrasikan suatu bahasa pemrograman, lingkungan pemrograman, dan metodologi pengajaran ke dalam sistem terpadu.

3. GameMaker

Game Maker adalah software yang bisa membantu anda menjadi pengembang game komputer tanpa menggunakan coding sedikitpun. Bahkan anda bisa membuat game 3 Dimensi dan MultiPlayer jika Anda mau. Anda mempunyai hak penuh dari software (game) yang anda buat termasuk menjual game tersebut. Jika masih kurang anda bahkan bisa mendownload musik, efek suara, gambar, script, background dan sebagainya.

4. Unity 3D

Unity 3D adalah sebuah game engine yang berbasis cross-platform. Unity dapat digunakan untuk membuat sebuah game yang bisa digunakan pada perangkat komputer, ponsel pintar android, iPhone, PS3, dan bahkan X-BOX.

Unity adalah sebuah sebuah tool yang terintegrasi untuk membuat game, arsitektur bangunan dan simulasi. Unity bisa untuk games PC dan games Online. Untuk games Online diperlukan sebuah plugin, yaitu Unity Web Player, sama halnya dengan Flash Player pada Browser.

Unity tidak dirancang untuk proses desain atau modelling, dikarenakan unity bukan tool untuk mendesain. Jika ingin mendesain, pergunakan 3D editor lain seperti 3dsmax atau Blender. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan unity, ada fitur audio reverb zone, particle effect, dan Sky Box untuk menambahkan langit.

Fitur scripting yang disediakan, mendukung 3 bahasa pemrograman, JavaScript, C#, dan Boo. Flexible and EasyMoving, rotating, dan scaling objects hanya perlu sebaris kode. Begitu juga dengan Duplicating, removing, dan changing properties. Visual Properties Variables yang di definisikan dengan scripts ditampilkan pada Editor. Bisa digeser, di drag and drop, bisa memilih warna dengan color picker. Berbasis .NET. Artinya penjalanan program dilakukan dengan Open Source .NET platform, Mono.

H. Disain Skenario, Script, dan Storyboard pada Game

Design Concept merupakan bahasa terjemahan dari Konsep desain permainan, atau biasa disebut juga Perancangan konsep permainan. Secara garis besar definisinya adalah suatu proses pengembangan atau perancangan dalam membangun sebuah skenario seperti desain gameplay, karakter atau tokoh, lingkungan, selama tahap produksi game tersebut. Perancang game bisa disebut juga sebagai sutradara pada sebuah film, karena membutuhkan skenario dan adegan yang dibintangi oleh masing-masing karakter pada game tersebut.

Game design concept merupakan pembuatan alur game sama saja seperti membuat alur sebuah film, banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi game tersebut menjadi terkenal, nanti akan kita bahas pada poin-poin berikutnya.

Perancang Game terdiri atas, dibawah ini:

1. Pemimpin Desainer
Pemimpin Desainer, merupakan seorang yang menggerakan konsep game tersebut menjadi lebih menarik, yang membuat game tersebut mempunyai nilai artistic.

2. Game Mechanic Designer
Game mechanic designer, seorang yang membuat aturan-aturan dalam permainan, sehingga permainan tersebut tidak berat sebelah atau seimbang.

3. Tingkat Desainer atau Lingkungan Desainer
Tingkat Desainer atau Lingkungan Desainer adalah orang yang brtanggung jawab dalam membuat lingkungan permainan, agar permainan atau game menjadi lebih real seperti game yang berbasis tiga dimensi.

4. Penulis atau Writter
Penulis atau Writter adalah seorang yang mempunyai narasi dalam game tersebut dari setiap alur cerita, apa yang harus dilakukan pemain dalam memainkan game tersebut. Penulis harus bekerja sama dalam pembuatan skenario game dengan desainer utama.

Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah. Melalui storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita maupun alur game kita kepada orang lain dengan lebih mudah.

 

Dengan memahami Disain Skenario, Script, dan Storyboard pada Game, berikut adalah implementasinya dalam permainan buatan dan rancangan saya sendiri:

1. Desain Skenario

Permainan yang saya rancang ini bernama “Catch Up” yaitu permainan mengumpulkan warna blok berdekatan yang sama, semakin banyak blok sama berdekatan yang terkumpul, semakin tinggi skor yang didapat. Game ini dibatasi dengan waktu yang telah ditentukan.

2. Script

Game ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman JavaScript.

3. StoryBoard

Tampilan permainan ini cukup sederhana, hanya satu tampilan saja

Permainan tersebut adalah permainan yang bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mengasah otak dengan mencari blok warna sama yang berdekatan untuk mengumpulkan skor. Pada jendela tersebut, terdapat tombol restart untuk mengulang permainan dan share untuk membagikan skor yang anda dapatkan.

Referensi :

  • https://books.google.co.id/books?id=qJPWmBWcUkMC&pg=PT33&dq=perkembangan+teknologi+game&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjeivOt6ebZAhVFlJQKHYIoCEEQ6AEILDAB#v=onepage&q=perkembangan%20teknologi%20game&f=false
  • https://g2hcombro.wordpress.com/sejarah-perkembangan-game/
  • https://chikhungunya.wordpress.com/2011/05/26/definisi-game-dan-jenis-jenisnya/
  • http://ohelstudio.blogspot.co.id/2015/07/pencahayaan-dalam-3d-animasi.html
  • https://bomber-friends.id.uptodown.com/android
  • https://id.techinasia.com/daftar-pekerjaan-industri-game
  • http://blog-habibie.blogspot.co.id/2012/04/unity3d-cross-platform-game-engine.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *